Jenis Unggas Produksi

  • Jenis –Jenis Unggas Produksi

–          Ayam

  1. Ayam Hutan
    1. Ayam hutan kelabu (gallus sonnerati)

Ayam ini penyeberannya terbatasa di India.

Ciri-ciri : Bulu dada ayam jantan memiliki kombinasi warna hijau, hitam, dan putih. sedangkan bulu ayam betina berwarna hitam dan putih dadanya. ujung bulu sayap dan ekor mengecil seperti cacing (Rukamana, 2003).

  1. ayam hutan sailan (gallus lafayetti) penyebaran terbatas di srilanka.

Ciri-ciri : jantan mempunyai garis bulu merah jingga dan coklat. bulu ayam betina bebercak-bercak dan coklat gelap bulu sayap dan ekor bergaris jelas (Rukamana, 2003).

  1. ayam hutan merah (Gallus gallus) penyebaran mulai dari india sampai cina dan Indonesia terdapat 5 species : Gallus gallus gallus (di Sumetra), Gallus gallus bankiva (di jawa dan Sumatra), Gallus gallus marghi (di India dan Banglades), Gallus gallus spadiceus (di Myanmar n Vietnam),  Gallus gallus jaboullei (di Cina Selatan dan pulai Hainan).

Ciri-ciri : Jantan punyai bobot 0,7 kg punya bulu leher yang panjang sempit dan bulu dada hitam, jenggernya berbentuk wilah, bergerigi, dan berwarna merah, pialnya dobel berwarna merah, dan bunyi kokok ayam “Ku Ku Ru Yuk”, seperti ayam jantan biasa, yang betina mempunyai bobot 0,4 kg dan

Potensi produksi : kemampuan bertelur 5-7 butir per musim (Rukamana, 2003).

  1. Ayam hutan hijau (Gallus varius), terbatas di pulau jawa dan pulau-pulau di sebelah timur jawa. sepreti bali, kangean dan flores.

Ciri-ciri : Panjang tubuh ayam jantan  70 cm, bulu dada berwarna hitam berbaur hijau mengkilap dengan ujung berwarna kekuning-kuniangan. bulu leher kecil –kecil berwarna merah kekuning-kuningan. bulu ekornya panjang berwarna kekuning-kuningan sampai hitam. jenggernya berbentuk bulat, tidak bergerigi, dan mempunyai pial tunggal. bunyi kokok ayam hutan hijau adalah “ce-ki-krek”. bobott ayam hutan dewasa antara 0,7 kg-1,5 kg sementara itu, panjang tubuh ayam jantan hutan hijau betina 40 cm dan bulunya berwarna kuning pucat, bobot ayam betina 0,5 kg-0,8 kg.

Potensi Produksi : bertelur 3-5 butir per-musim (Rukamana, 2003)

  1. Ayam Peliharaan
    1. Ayam Buras

Ayam Buras juga sering disebut ayam kampung, macam-mavam ayam buras sebagai berikut.

  1. Ayam Kedu. terdapat di kabupaten magelang atau temanggung.

berdasarkan penampilan warnanya ayam kedu dapat dibedakan menjadi empat jenis.

  1. Ayam kedu hitam

Ciri – ciri : penampilan fisik hampir hitam semua, tetapi kalu diamati secara teliti warnanya tidak terlalu hitam semua,  penampilan kulit pantat dan jengger masih mengandung warna kemerah-merahan. bobot badan ayam kedu hitam jantan dewasa antar 2-2,5 kg. sedangkan yang betina hanya 1,5 kg. sering disamkan dengan ayam cemani (Rukamana, 2003).

  1. Ayam kedu cemani

ciri-ciri : memiliki sosok tubuh hiatam mulus, termasuk paruh, kuku, telapak kaki, lidah dan telak. bahkan daging dan tulangnya juga hitam. sosok tubuh ayam kedu cemani jantan dewasa tinggi besar dan bobotnya antara 3 – 3,5 kg. sedangkan yang betina dewasa berbobot antara 2 kg-2,5 kg (Rukamana, 2003).

  1. Ayam Kedu putih

Ciri-ciri : ditandai dengan warna bulu putih mulus, jengger dan kulit mukanya berwarna merah, sedangkan kakinya berwarna putih atau kekuning-kuningan.  jenggernya tegak berbentuk wilah. bobot ayam jantan kedu putih dewasa mencapai 2,5 kg. sedangkan yang betina 1,2 kg-1,5 kg (Rukamana, 2003).

  1. Ayam kedu merah

Ciri-ciri : ditandai dengan warna bulu hitam mulus, tetapi kilit muka dan jengger berwarna merah, sedangkan kulit badannya berwarna putih. sosok tubuh ayam kedu merah tinggi besar dengan bobot ayam jantan dewasa 3 – 3,5 kg, sedangkan bobot ayam betina 2 – 2,5 kg . ayam kedu merah merupakan ayam dwiguna, yakni sebagai petelur dan pedaging. ayam kedu merah betina yang bertelur akan menunjukkan tanda-tanda akan mengeram bila sudah bertelur sebanyak 40 butir (Rukamana, 2003).

  1. Ayam Nunukan

Ayam ini merupakan ayam local yang berkembang ayam local yang Berkembang di pulau tarakan, Kalimantan timur. diperkirakan bersal dari Cina.

Ciri-ciri : warna bulunya merah cerah atau merah kekuning-kuningan, bulu sayap dan ekor tidak berkembang sempurna. sementara paruh dan kakinya berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan dengan jengger dan pial berwarna merah cerah. jenggernya berbentuk wilah dan bergerigi delapan. ayam nunukan berpotensi untuk dikembangkan sebagai ayam dwiguna, yaitu sebagai penghasil telur dan daging (Rukamana, 2003).

No uarian volume
1 Berat badan

–          Batina dewasa

–          jantan dewasa

–          umur 4 bulan

2,0 -2,5 kg/ekor

2,5 – 3,5 kg/ekor

1,1 – 1,2 kg/ekor

2 Produksi telur 100-140 butir/tahun
3 Berat telur 45-55 g/butir
4 Berat setalh menetas(kuri) 38-40 g/ekor
5 Pertumbuhan badan seragam
  1. Ayam Pelung

Merupakan ayam local yang berkembang di kabupaten cianjur dan sukabumi (jawa barat).

Ciri-ciri : Sosok tubuh tegap dan besar. jika berdiri tegak temboloknya tampak menonjol. ayam jantan mempunyai  jengger berbentuk wilah yang besar, tegak, bergerigi nyata dan berwarna merah cerah. ayam betina mempunyai jengger tetapi tidak berkembang dengan baik. ayam tersebut berwarna kuning campur merah, hitam dan jalak (hitam rintik-rintik) ayam pelung jantan mempunyai kokok yang khas sehingga banyak dipakai sebagai ayam hiasan. ayam pelung jantan yang dinilai bagus adalah yang berkokok dengan leher tegak, sehingga suaranya tinggi dan terdengar dari jauh. ayam pelung yang lehernya mengarah kebawah sampai ke tanah saaat berkokok justru dianggap rendah nilainya. ayam pelung jantan dewasa mempunyai bobot badan berkisar antara 3,5 kg – 5,5 kg. sedangkan yang betina 2,5 kg – 3,5 kg.

Potensi produksi : produksi telurnya antara 39-68 butir/tahun atau 13 – 17 butir/musim. ayam pelung mulai bertelur pada umur 6-7 bulan. bobot telurnya 40-50 g/butir (Rukamana, 2003).

  1. Ayam Sumatra : ayam local dari Sumatra barat.

Ciri-ciri : penampilan perawakannnya tegap, gagah, tetapi ukuran tubuhnya kecil. ayam yang jantan berkepala kecil tetapi tengkoraknya lebar. pipinya penuh (padat) keningnya tebal, dan pialnya menggantung ke bawah. paruh ayam Sumatra umumnya pendek dan kukuh berwarna hitam, dengan cuping kecil dan berwarna hitam. Ayam sumatara memiliki jengger berbentuk wilah dan berwarna merah kulit muka juga berwarna merah atau hitam, ditumbuhi bulu halus yang jarang. bobot ayam pelung yang jantan 2 kg, dan yang betina 1,5 kg (Rukamana, 2003).

  1. Ayam belenggek

adalah ayam yang berasal dari Sumatra Barat. tepatnya di pedalaman kabupaten solok.

Ciri-ciri : ayam ini pandai berkokok dengan suara yang merdu dan iramanya bersusun-susun. panjang terdiri dari 6-12 suku kata. semakin banyak katanya semakin panjang kokoknya.

berdasarkan fisik dan ukuran tubuhnya, ayam belenggek dibedakan menjadi 3 macam. masing masing species memiliki pola warna bulu yang sangat bervariasi, seperti hitam, putih, merah, lurik, dan bintik-bintik.

  1. ayam  yungkilok gadang

ayam berpenampilan tegap, gagah, dan cantik. ayam jantan dewasa mempunyai bobot badan 2 kg, sedangkan yang betina 1,5 kg.

Produksi telurnya sebanyak 18 butir/musim.

  1. Ayam ratiah

ayam ini berpenampilan lebih kecil dan langsing. bobot ayam ratiah jantan dewasa 1.6 kg. dan yang betina 0,8 kg.

Produksi ayam telur ratiah mencapai 18 butir/musim.

  1. Ayam batu

Berpenampilan mirip ayam kate. karena berkaki pendek. panjang kakinya anatara 3-4 cm. sehingga badannya tampak pendek dan rendah. bobot ayam jantan dewasa 1, kg, dan yang betina 1 kg.

Potensi bertelur 12 telur/ musim

  1. Ayam Gaok

berasal dari daerah Madura dan Pulau Puteran, kabupaten sumenep.

Ciri-ciri : keistimewaannya adalah kokoknya yang memiliki suara panjang mirip ayam pelung. ayam gaok dewasa jantan mempunyai bobot badan mencapi 4 kg. yang betina 2-2,5 kg. jantan memepunyai tampilan tubuh besar, tegap dan gagap. jengggernya besar berbentuk wilah dan berwarna merah.  dengan pial yang besar dan berwarna merah. kakinya berwarna kuning. bulunya didominasi oleh warna kuning kehijau-hijauan (wido). namun ada juga yang berwarna lain, seperti merah dan hitam.

  1. Ayam banten

berasal dari daerah banten. ayam jantan bagus untuk aduan, sedangkan yang jelek dijual sebagai ayam potong. Ayam banten jantan dewasa mempunyai berat 2 kg, dan yang betina 1,2 kg.

Potensi produksi : produksi telur 16 butir/musim

  1. Ayam Ciparage

Merupakan ayam local yang terdapat di daerah karawang jawa barat.

Ciri – ciri : bentuk fisik mirip dengan ayam Bangkok. tetapi sosok tubuhnya lebih kecil. jenggernya berbentuk wilah dengan pial tunggal atau sepasang. Berat ayam jantan 2,5kg sedangakan yang betina betina 1,5 kg. Potensi Produksi : bertelur 14 butir/ musim.

  1. Ayam Sentul

ayam local yang terdapat di daerah ciamis (jawa barat). tipe ayam aduan, tetapi kebanyakan sekarang dipakai sebagai penghasil telur dan daging. Berdasarkan warna bulu dibedakan menjadi enam varietas.

  1. ayam sentul kelabu : bulunya berwarna abu-abu
  2. ayam sentul geni : bulunya berwarna abu-abu kemerahan
  3. ayam sentul jambe :bulunya berwarna merah jingga
  4. ayam sentul batu : bulunya berwarna abu-abu keputi-putihan
  5. ayam sentul debu : bulunya seperti debu
  6. ayam sentul emas : bulunya berwarn abu-abu kekuning-kuningan dengan pol a warna bulunya menari seperti sisik naga.

10.  Ayam Wareng

Penyebaran ayam wareng meliputi jawa tengah dan jawa barat.

Ciri-ciri : perilaku ayam lincah. sehingga sukar ditangkap. pada umur 4 bulan, ayam ini sudah berani kawin. ayam wareng jantan berkepala kecil, leher kecil, kaki panjang ramping, dan bulu perut lebat. bulu ekor tidak begitu panjang, kokoknya nyaring. warna bulunya hitam, blorok, atau bintik putih. jantan 1,5 kg, betina 1 kg.

Potensi Produksi : bertelur 15 butir/musim.

11.  Ayam Bali

Banyak terdapat di bali. ayam bali jantan dipelihara sebagai ayam sabung.

Ciri-ciri : bulu badan tumbuh sempurna kecuali pada bagian leher dan kepala. jenggernya kecil, berwarna merah dan pucat. leher ayam ini berukuran pendek dan kokoh dengan paruh pendek. sosok badannya berukuran besar, ramping dan padat. pada posisis berdiri tegak ayam bali membentuk sudut 60 derajat. Ayam jantan dewasa berbobot 2,5 kg, sedangkan yang betina 2 kg.

Potensi Produksi : bertelur 20 butir/musim.

12.  Ayam Tolaki : terdapat di Sulawesi tenggara.

Ciri-ciri : bulu mirip dengan ayam hutan merah. sedangkan bulu pelana dan leher berwarna merah keemasan. perilaku amat liar dan lincah. berat ayam jantan 2 kg, sedangkan yang betina 1,5 kg.

Potensi Poduksi : bertelur 20 butir/musim.

13.  Ayam Ayunai

Penyebaran didaerah Merauke (Papua).

Ciri-ciri : mempunyai kepala dan tembolok gandul. bagian lehernya hanya sedikit ditumbuhi bulu. terutama bagian atas tembolok. bobot ayam jantan ayunai 3,5 kg-4kg dan yang betina 1,5 kg – 2kg.

14.  Ayam Bangkok

Introduksi dari Bangkok (Thailand). Sering dipelihara sebagai ayam petarung. ayam jantan yang sudah teralatih mempunyai daya tahan dan mental yang tinggi.

Ciri-ciri : tinggi, ramping, dan tegap. kepalanya berbentuk oval seperti buah pinang. matanya terkesan sipit dan agak tersembunyi. jantan dewasa bobot 3kg-4kg. betina 1,6 kg-2 kg.

Potensi bertelur :bertelur 12 butir/musim.

Karakter : sifatnya ulet dan pantang menyerah kalau sedang bertarung.

15.  Ayam Delona

Termasuk ayam buras petelur. ayam ini dikembangkan di delanggu jawa tengah.

Ciri-ciri : punya tubuh langsing dan berbulu putih bersih. tampilan jengger, pial dan kulit muka umumnya berwarna merah. sementara kakinya berwarna putih atau kuning keputih-putihan. penampilan mirip dengan ayam ras petelur leghorn strain hyline. Bobot ayam  jantan 2 kg, sedangkan yang betina 1 kg.

Potensi Produksi :  produksi telur 200 butir/tahun. dengan kerabang telur berwarna coklat dan bobot telur antara 40-45 g/butir.

16.  Ayam Arab

Termasuk ayam buras petelur. dikembangkan pada mulanya di Batu Malang.

Ciri-ciri : Bentuk tubunya segiempat kotak. jenggernya berbentuk wilah dan berwarna coklat. bulu badannnya tebal dengan variasi warna bulu dari leher sampai kepala putih bertotol-totol hitam. sedangkan dari badan sampai ekor bertotol-totol hitam dengan gari-garis agak hitam. jantan punya tinggi 30 cm. sedangkan betina 22-25 cm.

Karekter : sifat lincah dan riang. berkoko nyaring. mudah rebut, dan lari berterbrangan jika ketenangannya terganggu.

17.  Ayam walik

Ciri-ciri : mempunyai bulu keriting kearah depan atau belakang, sehingga permukaaan tubuhnya terlihat jelas. variasi warna bulunya beragam. ada yang hitam, putih, coklat kemerah-merahan atau kekuning-kuningan. ada pula yang bintik-bintik merah hitam dengan kombinasi warna lainnnya. species dibedakan menjadi 3 macam.

  1. walik sentul : ayam walik sekul ditandai dengan seluruh bulu tumbuh terbalik.
  2. walik sura : ditandi dengan bulunya berwarna hitam dan bulu yang keriting relatif sedikit.
  3. Walik Tulak : Bulu yang seluruh keriting. berwarna hitam di bagian dadanya, tetapi pada ujung kedua sayap dan ekornya berwarna putih.

Beratnya bervariasi ada yang dibawah 1kg/ekor ada yang beratnya lebih 3kg/ekor. Karekter : tahan terhadap cuaca sehari-hari, anakan kurang tahan dengan cuaca dingin dan udara lembab. sehingga membutuhkan perawatan yang baik.

18.  Ayam Kapas

Ciri-ciri : Ditandai dengan bulu-bulu yang lembut seperti kapas. dari kejauhan ayam karena bulu-bulu kapasnya mengembung berdiri. ayam kapas berbulu dan berjengger wilah atau mawar paling banyak dijumpai. sedangakan ayam kapas berbulu merah keemasan dengan jengger mawar keunguan agak langka. dibelakang jengger terdapat jambul yang mengarah ke belakang.  jantan dewasa 0,8 kg. betina 0,6 kg.

Potensi Produksi : bertelur 14 butir/musim.

19.  Ayam Bekisar

Merupakan keturunan F1 hasil persilangan antara induk pejantan ayam hutan hijau (Gallus varius) dan induk betina ayam kampung (G. gallus domestica). Ayam Bekisar banyak dipelihara sebagai ayam kesayangan karena penampilannnya elok dan suaranya merdu, tetapi tidak semua ayam bekisar bersuara bagus.

Ciri-ciri : bulu ayam biasanya didominasi oleh warna induk betinanya. (ayam buras), tetapi postur tubuhnya, sifatnya, dan suaranya didominasi oleh induk jantan (ayam hutan hijau).

species ayam bekisar dikenal 3 macam :

  1. Ayam Bekisar Hitam

Keturanan F1 Hasil persilangan antara jantan ayam hutan hijau dan induk ayam betina ayam cemani. seluruh tubuh, kaki, dan jari ayam bekisar hitam berwarna hitam legam. bila muncul bulu berwarna merah, maka ayam bekisar tersebut disebut ayam bekisar merah srono atau merh kehitam-hitaman.

  1. Ayam Bekisar putih

merupakan keturuan F1 hasil persilangan anara induk jantan hijau dan induk betina ayam ras berbulu putih, terutama ayam petelur Leghorn strain Hy-line  atau babcock. Ayam bekisar putih dewasa mempunyai bulu berwarna putih bersih, badannya berwarna ramping. jengger berukuran besar dan berwarna merah, serta kakinya agak keputih-putihan.

  1. Ayam Bekisar Multiwarna

Hasil persilangan antara induk jantan ayam hutan hijau dan induk betina ayam kampung berbulu merah, hitam, kuning, abu-abu, dan coklat. ayam bekisar multiwrna mempunyai bulu berwarna-warni dengan bulu leher, bulu pelana, dan bulu hias berwarna merah nyala.

20.  Ayam Katai

Ciri-ciri : mempunyai kaki pendek dan unik, serta beberapa keindahan warna bulu, jengger, penampilan fisik, dan tingkah lakunya. beberap jenis ayam katai yang sudah dikenal dikalangan masyarakat adalah sebagai berikut

  1. Ayam katai local

Ayam katai local merupakan ayam katai yang sudah lama diternakkan oleh penggemar ayam di Indonesia. Asal-usul ayam katai local tidak diketahui secara pasti, tetapi penampilannnya mirip dengan ayam katai yang terdapat di Jepang.

Ciri-ciri : warna bulunya putih mulus, tetapi ada juga yang hitam mulus atau hitam kehijau-hijauan. jengger dan pialnya sangat mencolok, karena berukuran besar, berbentuk wilah, dan berwarna merah. kakinya pendek berwarna abu-abu, sedangkan kuku dan paruhnya berwarna putih.

  1. Ayam katai batindo

Ciri-ciri : ayam katai betindo merupakan ayam katai yang warna bulunya putih blirik-blirik hitam atau lurik, dengan bulu leher di bagian belakang bersurai. jenggernya merah dan bentuknya sepeti bunga mawar.

  1. Ayam katai Bangkok

merupakan ayam introduksi dari Thailand. berat ayam katai Bangkok jantan dewasa 0,8 kg dan yang betina 0,7 kg.

Ciri-ciri : bulunya tebal dan panjang. bulu bagian dada dan perut berwarna hitam, sedangkan bulu hias leher dan punggung berwarna  merah keemas-emasan atau wido dengan campuran warna putih. ayam ini tidak mempunyai bulu ekor (tukung).

  1. Ayam katai Emas

Ciri-ciri : Warnanya didominasi oleh bulu warna merah kekuning-kuningan. bulu pada pangkal leher, dan punggung dan sayap berwarna merah dengan sedikit hitam pada dada, badan sebelah bawah, dan pangkal sayap. jantan 1 kg, dan betina 0,8 kg. bulu ekornya dapat mengembang menyentuh jengger-jenggernya besar berbentuk wilah dan warnanya merah. ayam katai emas berasal dari jepang.

  1. Ayam katai kaki pedang

Ciri-ciri : memilki tungkai berbulu panjang mirip dengan pedang. kalau berjalan, ayam ini tampak seperti bergoyang-goyang. bulu hias dan bulu kakinya baru akan tumbuh secara sempurna setelah ayam tersebut berumur 3 tahun. ayam katai kaki pedang berumur 4-6 bulan mempunyai tungkai kaki yang masih gundul. ayam ini bersifat jinak dan rajin berkokok. asal-usul ayam ini dari Cina.

  1. Ayam katai chochin

Ciri-ciri : memiliki bulu hias pada pinggangnya menjurai sampai ke lutut. warna bulunya putih bergaris coklat kehitam-hitaman. Bulu dada, sayap, dan badan sebelah bawah berwarna hitam. bulu ekor pokok juga berwarna hitam mengkilap melengkung ke atas. jenggernya berbentuk mawar, berukuran besar, dan berwarna merah. kokok tidak begitu keras. ayam ini berasal dari Vietnam. Berat ayam jantan dewasa 1,2 kg, sedangkan Ayam betina 0,8 kg (Rukamana, 2003).

  1. B. Ayam Ras

Ayam Ras dipelihara saat ini merupkan jenis-jenis bangsa murni (pure breed). jenis-jenis ayam tersebut adalah.

  1. Lohman brown

Ciri-ciri : Berat tubuh strain lohman brown pada umur 20 minggu sekitar 1,6 – 1,7 kg dan akhir produksi 1,9 – 2,1 kg.

Potensi Produksi : 305 hari

  1. Cp 909

Ciri-ciri : Bulu ayam strain CP 909 berwarna coklat kemerahan. Berta tubuh pada saat awal produksi (5% HDP) sekitar 1.550 g dan pada saat akhir produksi 1.900-2.050 g.

Potensi Produksi : 300-305 butir/tahun

  1. Super harco

Ciri-ciri : Bulu super harco berwarna hitam dengan hiasan merah. kulit telur berwarna coklat. jengger, pial, dan kulit muka berwarna merah. Pada saat berumur 1-7 hari ayam jantan dan ayam betina dapat dibedakan dari warna bulunya. Ayam jantan berwarna hitam dengan bintik putih di kepala. sedangkan ayam betina berwarna hitam polos.

Potensi Produksi : 300 butir/tahun.

  1. Babcock

Ciri-ciri : Ayam jantan berwarna putih dengan noda merah. Sedangkan ayam betina berwarna merah.

Potensi produksi : 300 butir/tahun.

  1. Isa Brown

Ciri:ciri : Ayam betina dewas dapat mencapai berat 2,3 – 3,0kg. bulu ayam jantan berwarna merah dengan hiasan kuning. Sedangkan ayam betina berwarna merah.

Potensi produksi : 300 butir/tahun.

  1. Karakter Ayam
    1. Hidup berpasangan dalam kelompok kecil, tidur diatas ranting. (Ayam Hutan)
    2. mudah sekali kaget ketakutan dan berusaha untuk metarikan diri menjauh dari objek yang mendatangi, bahkan mereka tidak jarang melukai dirinya dengan mengepakan sayap, tari, dan terbang bertabrakan sesamanya.
    3. ketika ayam betina mau bertelur, mereka gelisah mencari tempat yang nyaman untuk bertelur. Selain itu dapat ditihat sifat menyerang ketika induk ayam sedang mengasuh anak-anaknya.
    4. Sifat berlaga pada ayam jantan masih sering terlihat ketika mereka saling berhadapan, terutama pada ayam yang belum saling mengenal (Sofjan, 2008)

–          Itik

  1. A. Itik Petelur
  2. 1. itik jawa

disebut itik local Indonesia atau asli Indonesia. itik ini dianggap sebagai pencetak telur.

itik jawa dibedakan sesuai dengan daerah tempat penyebarannya.

  1. itik tegal dan itik pekalongan banyak dijumpai didaerah jawa tengah bagian utara. bahkan didaerah yogayakrta.
  2. Itik Mojosari banyak terdapat di mojosari, Mojokerto jawa timur.
  3. itik magelang banyak dijumpai didaerah magelang

Potensi Produksi : Produksi telur jawa bisa mencapai 250-300 butir/tahun. kelebihan itik jawa mampu bertelur semenjak usia 5 s/d 6 bulan sampai dua tahun lebih.

ciri –ciri : Tubuh : Dalam keadaan berdiri dan jika diamati mulai dari kepala sampai bawah tampak langsing dan menyerupai botol.. Leher : Lehernya panjang, bulat kecil seperti batang rotan(gulu menjalin). kepala : tidak terlalu besar. Mata : posisi matanya agak ke bagian atas kepalanya dengan warna jernih. Paruh : warna paruh kuning tua atau coklat menyerupai tanduk. Kaki tegak dan jari-jarinya kuat, biasanya berwarna sama seperti paruhnya. arna bulu itik jantan lebih gelap dibandingkan betinanya (Bambang, 1996).

  1. 2. Itik Kalimantan

disebut juga itik borneo. ada dua jenis yaitu nunukan dan alabio. semuanya berasal dari Kalimantan. tapi orang di Kalimantan lebih suka memelihara itik alabio.

itik alabio banyak tersebar diwilayah hulu sungai Utara, Kalimantan Selatan

Di Alabio-nama suatu daerah amuntai/hulu sungai Utara. itik-itik tersebut kebanyakan diternak secara bebas.  masyarakat disana hanya menyediakan kandang untuk keperluan malam hari dan bertelur.  itik alabio lebih besar ukurannnya dibandingkan itik-itik lainnya.

Potensi Produksi : itik normal kemampuan bertelur sampai 150-225/tahun. Karekter : mempunyai sifat tidak mau mengerami telurnya, setalah bertelur ditinggalkan begitu saja. unutk menetaskannnya dengan bantuan ayam atau mesin penetas.

Ciri-ciri : Tubuh : dalam posisi berdiri, jika diamatio dari atas kepala sampai bawah tampak seperti botol. jika berjalan agak membungkuk, tidak seperti itik jawa (tegal). Bulu : itik betina berbulu kuning keabu-abuan. ujung bulu-bulu pada sayap, dada, leher, dan kepala berwarna hitam. Leher : lehernya bulat agak pendek (dibandingkan itik jawa). Kepala : Bentuk kepala tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. sepasang matanya berada agak ke atas pada bagian kepalanya. kaki dan paruh : kaki dan paruhnya berkulit dengan warna agak kekuning-kuningan.  Suara : suara pejantan lebih keras dibandingakan betinanya. Bulu pejantan : Pada ekor pejantan ditandai bulu melengkung keatas, sama seperti itik-itk jantan pada umumnya. Bulu sekujur tubuhnya berwarna cenderung pada abu-abu kehitaman. Telur : Ukurannnya lebih besar bila dibandingkan dengan telur itik jawa dan bali. kulitnya berwarna keabu-abuan dan agak tebal (Bambang, 1996).

  1. 3. Itik Bali :

itik bali berasal dari daerah bali. menurut sejarahnya itik ini termasuk unggas liar. kemudian oleh petani dijinakkan dan dipelihara untuk diambil telurnya.  kalau sudah jinak maka dipelihara pagi hari dan dikandangkan jika malam hari. dalam jumlah banyak, itik ini digembalakan. penggembalaanya menunggu saat panen padi usai.

kemampuan bertelur itik bali lebih sedikit dibandingkan itik jawa atau alabio.

Potensi Produksi :  itik bali betina normal bertelur ketika berumur sekitar 23-24 minggu. setiap ekornya rata-rata bertelur 140-145 butir/ tahun.

ciri-ciri : Tubuh : potongan tubuhnya agak ramping jika dibandingkan itik jawa. kepala dan leher : Kepala kecil dan berjambul. lehernya bulat tidak terlalu panjang dan agak melengkung. Kaki dan paruh : kulit kaki dan paruh warnanya hamper sama. Bulu : bulu ekornya lebih pendek (hamper mendatar) jika dibandingkan itik jawa. bulu itik bali bermacam-macam. ada yang berwarna sumbian, cemaniang, dan selam gulai (Bambang, 1996).

  1. 4. Itik Cayuga

itik ini berasal dari daratan amerika yaitu daerah yang bernama Cayuga. di Indonesia jarang dijumpai itik jenis ini. menurut sejarah itik Cayuga adalah hasil budidaya peternak di Cayuga yaitu persilangan itik liar hitam dan itik piaraan yang sudah jinak. keturunannya disebut itik Cayuga.

itik ini disebut itik petelur karena mempunyai kemampuan berprodukrif yang tinggi.

Potensi Produksi : setiap ekor mampu bertelur 150-200 butir/tahun.

ciri-ciri : Tubuhnya : agak lebar dan dada terbuka. Kepala : agak besar dan sedikit gepeng. Bulunya : warna hijau kehitam-hitaman menyerupai bulu belibis. Mata : sepasang mata berwarna coklat dan jernih. kaki dan paruh : kulit kaki dan paruhnya berwarna hitam. Telur : telurnya bercangkal tebal dan bagianpermukaan berwarna hitam (Bambang, 1996).

  1. 5. Itik Indian Runner

berasal dari belanda dan belgia. jenis itik ini mempunyai kemampuan bertelur hampir sama dengan itik jawa dan alabio.

Potensi Produksi : bagi betina normal dewasa mampu bertelur sekitar 150-250 butir/musim.

ada kesamaan bentuk fisiknya dengan itik local di Indonesia, misalnya postur tubuh, bentuk paruh dan kakinya. oleh sebab itu mudah dikembangkan juga di Indonesia dengan penyilangan atau budidaya lainnya.

ciri-ciri : Tubuh : mirip dengan itik jawa yaitu jika berdiri tegak, tampak sperti botol. lehernya bulat kecildan panjang sperti batang rotan (gulu Penjalin). kedua sayapnya mengimpit rapat pada tubuhnya. Kepala : kepala tidak terlalu besar. matanya berda agak keatas pada bagian kepalanya. Bulu : berbulu kecokla-coklatan dan ada sedikit hiasan binti-bintik kuning atau putih (Bambang, 1996).

  1. 6. Itik Khaki Cambell

itik ini bersal dari penyilangan antara pejantan liar dan betina dari itik jawa. budidaya ini dilakukan oleh Nyonya Adale Cambell pakar eropa. kemudian keturunan dari hasil persilangan itu dinamakan kaki cambell.

para pakar sedikit – demi sedikit menghilangkan sifat ketergantungannya dengan air.

jenis itik ini mulai bertelur ketika memasuki umur 5-6 bulan. Itik Khaki Cambell cocok dipelihara sebagai itik darat. bahkan mampu memproduksi telur secara maksimal.

ciri-ciri ; Tubuhnya agak datar jika dibandingkan dengan itik local Indonesia. kedua sayapnya mengapit rapat badannya dan posisinya terletak agk ke atas. lehernya panjang dan tegak hamper sejajar dengan tubuhnya tinggi berdiri lurus. sedangakan kepalanya agak memanjang. sepasang matanya jernih, berada pada bagian kepala agak ke atas sedikit. bulunya berwarna hijau kehitam-hitaman. sementara paruh dan kakinya berwarna hitam. cangkang telurnya tebal berwarna putih. Jika dibandingkan dengan itik jawa atau itik alabio, sebenarnya khaki cmbell lebih istimewa. produksi telurnya masih berda dibawah itik local. itik khaki cambell betina normal/sehat mampu menghasilkan telur 200-260 butir/tahun (Bambang, 1996).

  1. B. Itik Pedaging
    1. Itik Peking

Ciri-ciri : Pruh berwarna oranya cerah denagn ujung paruh agak putih. Mata kebiruan, kaki merah-oranye. bulu putih-krem sampai krem.

Potensi Produksi : Karkas 60,6 % (umur 12 minggu) (Srigandono, 1998).

  1. Itik Aylesbury

Ciri-ciri : Warna pruh putih-jingga atau warna daging, mata kebiruan, kaki oranye, sedangkan bulu putih mulus, tetapi adakalanya ada sedikit warna gelap.

Potensi Produksi : 57,7 % (umur 12 minggu) (Srigandono, 1998).

  1. Itik Muskovi

Itik ini sering disebut mentok atau itik manila.Itik ini bersal dari daerah kawasan Amerika Selatan.

Ciri-ciri : paruh agak pendek, leher cukup panjang, kaki pendek, penampilan hamper mendatar. warnanya gelap(hitam), putih dan biru.

Potensi produksi : 62,8 % (pada umur 12 minggu) (Srigandono, 1998).

  • Mentok

–          Mentok Peliharaan

Ciri-ciri : berat jantan bisa mencapai 7 kg dan betina mencapai 5 kg. Berwarna dominan hitam dan putih, mentok memiliki kulit atau tonjolan kulit berwarna merah dan hitam di sekitar mata dan wajah. Paruh gemuk pendek khas bebek, putih kemerahan; kaki gemuk pendek berselaput renang, abu-abu kehitaman. Ekor memipih datar agak lebar.

Potensi Produksi : karkas bisa mncapai 62,8 % pada umur 12 minggu.

Karakter : Meskipun pandai terbang, mentok peliharaan hampir tak pernah terbang jauh. Unggas ini sering terlihat berjalan bersama kelompoknya, perlahan-lahan dan tak pernah tergesa-gesa, dengan ekor bergoyang ke kanan dan ke kiri untuk mengimbangi tubuh sehingga berkesan lucu. Unggas ini tidak berisik, tidak seperti itik petelur. Mentok betina mengeluarkan desisan dan desahan sambil berjalan. Mentok jantan terkadang mengeluarkan desis keras sambil menggerakkan kepala maju mundur untuk memperingatkan atau mengusir pengganggu (Anonim, 2008).

–          Mentok Rimba :

Ciri-ciri : Tubuh umumnya berwarna gelap atau kehitaman, dengan sisi bawah sayap (ketika terbang) berwarna putih. Kepala dan leher putih, terkadang dengan bintik-bintik kehitaman. Paruh dan kaki kekuningan atau jingga kusam. Tidak seperti mentok peliharaan, tak ada lingkaran merah di sekeliling mata.

Potensi Produksi : Hampir sama dengan mentok peliharaan.

Karekter : Mentok Rimba terutama menghuni hutan-hutan rawa dengan kolam-kolam yang dangkal Mentok Rimba adalah omnivora, memangsa aneka macam termasuk tumbuhan air seperti Hydrilla, siput, ikan-ikan kecil, cacing, serangga dan laba-laba air. (Anonim, 2008).

Daftar Pustaka

  1. 1. Rukamana, Rahmat. 2003. Ayam Buras Intensifikasi dan Kiat Pengembangan.  penerbit Kanisius. Yogyakarta
  2. 2. Marhijanto, bambang. 1996. budidaya bebek darat. gitamedia press. Surabaya
  3. 3. Srigandono, bambang. 1998. Ungaran
  4. 4. Anonim, 2008. http://id.wikipedia.org/wiki/

(diakses pada tanggal 27 Oktober 2008)

  1. 5. Iskandar, Sofjan. Tatalaksana Pemilihan Ayam Lokal. Balai Pelatihan Ternak Ciawi. Bogor.
  2. 6. Anonim. 2008. Mindazbesi. http://www.tanindo.com/abdi16/hal2501.htm

(diakses pada tanggal 27 Oktober 2008)

  1. 7. Anonim. 2003. Mitos Telur Bebek. http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0301/13/DAERAH/79417.htm

(diakses pada tanggal 29 Oktober 2008)

  1. Sudaryanto. 2006. Perilaku Hewan. http://dares-perilakuhewan.blog.com/1281292/

(diakses pada tanggal 29 oktober 2008)

  1. Anonim. 2008. Manajemen Broiler Minggu Pertama. http://cjfeed.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=82&Itemid=101.

(diakses pada tanggal 29 Oktober 2008)

Tentang divisiunggas

Divisi Unggas HSTP FKH UGM sebagai kelompok studi spesifik berusaha memfasilitasi mahasiswa FKH UGM sebagai wadah untuk mengaktualisasikan diri khususnya pada hewan ternak unggas. Tujuan tersebut direalisasikan dalam beberapa proker yang tentunya sangat bermanfaat dan menunjang pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa dalam bidang veteriner
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s